Detail Cantuman
Advanced SearchText
Wiji Thukul : Teka-Teki Orang Hilang
Lelaki ccadel itu tak per nah bisa melafalkan huruf “r” dengan sempurna. Ia “cacat” wicara tapi dianggap berbahaya. Rambutnya lusuh. Pakaiannya kumal. Celananya seperti tak mengenal sabun dan setrika. Ia bu kan bu rung merak yang mem pesona. Namun, bila penyair ini membaca puisi di tengah buruh dan mahasiswa, aparat memberinya cap sebagai agitator, penghasut. Selebaran, poster, stensilan, dan buletin propaganda yang ia bikin tersebar luas di kalangan bu ruh dan petani. Ke giat annya mendidik anak-anak kam pung dianggap meng ge rak kan ke ben cian terhadap Orde Ba ru. Maka ia dibungkam. Dilenyapkan. Wiji Thukul mungkin bukan penyair paling cemer lang yang pernah kita miliki. Sejarah Republik me nun jukkan ia juga bukan satu-satunya orang yang men jadi korban penghilangan paksa. Tapi Thukul ada lah cerita penting dalam sejarah Orde Baru yang tak patut diabaikan: se orang penyair yang sajak-sa jak nya menakutkan sebuah rezim dan kematiannya hingga kini jadi misteri.
Ketersediaan
| 201822162 | 920.0598 ZUL w R | Tersedia | |
| 202034424 | 920.0598 ZUL w R | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
920.0598 ZUL w R
|
| Penerbit | Gramedia : Jakarta., 2013 |
| Deskripsi Fisik |
16x23 cm, xi+160 hal
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
9786024242183
|
| Klasifikasi |
920.0598
|
| Tipe Isi |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






